Pengabdian Kepada Masyarakat Peran Guru, Orang Tua dan Sekolah dalam Membuat Lingkungan Belajar Bebas Bullying pada Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah

Authors

  • Siti Nurfauziah Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, Indonesia. Author
  • Jihan Sabilah Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, Indonesia. Author
  • Ratu Sylvia Vidini Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, Indonesia. Author
  • Eka Rahim Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang, Indonesia. Author

DOI:

https://doi.org/10.70285/sh3c2s27

Keywords:

Bullying, Peran Guru, Peran Orang Tua, Sekolah Dasar, Lingkungan Belajar Aman, Pendidikan Karakter

Abstract

Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying merupakan fondasi utama dalam menciptakan iklim pendidikan yang positif dan mendukung perkembangan karakter peserta didik. Bullying atau perundungan masih menjadi masalah serius di banyak sekolah, termasuk di tingkat pendidikan dasar, yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan prestasi akademik, serta menimbulkan trauma psikologis jangka panjang bagi korban. Fenomena ini seringkali terjadi karena kurangnya kesadaran, pengawasan, dan komunikasi antara guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam membangun sistem pencegahan yang efektif. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di MIS Al Hidayah bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan belajar bebas bullying. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, serta workshop kolaboratif antara guru, orang tua, dan siswa. Materi yang diberikan mencakup pengenalan bentuk-bentuk bullying, faktor penyebab, dampak terhadap perkembangan anak, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terhadap isu bullying dan strategi pencegahannya. Guru mulai lebih peka dalam mendeteksi perilaku perundungan di kelas, sedangkan orang tua menunjukkan komitmen lebih tinggi dalam mengawasi serta membimbing anak di rumah. Selain itu, pihak sekolah berkomitmen  membentuk “Tim Sahabat Siswa” sebagai wadah pelaporan dan konseling bagi siswa yang mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Kegiatan ini menegaskan bahwa menciptakan lingkungan belajar bebas bullying bukan hanya tanggung jawab guru atau sekolah semata, melainkan hasil kerja sama yang harmonis antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat menumbuhkan budaya saling menghargai, empati, dan kepedulian di kalangan siswa, sehingga sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman untuk tumbuh dan belajar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Olweus, D. (1993). Bullying at School: What We Know and What We Can Do. Oxford: Blackwell Publishing.

Coloroso, B. (2008). The Bully, the Bullied, and the Bystander. HarperCollins.

Rigby, K. (2017). Bullying in Schools: Addressing Desires and Expectations. Cambridge University Press.

Kowalski, R. M., & Limber, S. P. (2013). Psychological, Physical, and Academic Correlates of Cyberbullying and Traditional Bullying. Journal of Adolescent Health, 53(1).

Mulyasa, E. (2015). Manajemen Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-04-07

How to Cite

Pengabdian Kepada Masyarakat Peran Guru, Orang Tua dan Sekolah dalam Membuat Lingkungan Belajar Bebas Bullying pada Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah (S. Nurfauziah, J. Sabilah, R. S. Vidini, & E. Rahim, Trans.). (2026). Jurnal Abdi Raya Nusantara , 1(4), 529-533. https://doi.org/10.70285/sh3c2s27

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

51-60 of 74

You may also start an advanced similarity search for this article.